Mailanihidayati's Blog

Just another WordPress.com weblog

Pecandu Kerja June 27, 2009

Filed under: Psikologi — mailanihidayati @ 8:53 am
Tags:

Orang dapat menjadi pecandu kerja gejala-gejalanya meliputi penolakan untuk mengambil liburan, ketidakmampuan untuk menghilangkan urusan pekerjaan dari pikiran selama akhir pekan, tas yang penuh dengan pekerjaan, dan orang-orang yang wajahnya anda kenal, tetapi anda tidak dapat mengingat nama mereka.
Sindrom ini mungkin diakibatkan oleh salah satu dari dua hal. Yang pertama adalah ketidakmampuan untuk mencapai puncak pekerjaan karena penggunaan waktu tidak efisien (kelalaian untuk menetapkan prioritas, ketergesaan, delegasi yang tidak efisien, penundaan waktu yang tidak efisien, penundaan, dan sebagainya). Yang kedua adalah hasat bawah sadar untuk dibebani banyak pekerjaan dan untuk tetap demikian. Hal ini mungkin diakibatkan oleh suatu harapan untuk melarikan diri dari kehidupan rumah yang tidak menyenangkan, suatu kompleks martir, atau suatu keinginan untuk tampak tidak dapat digantikan, suatu kesadaran bahwa anda tidak mempunyai daftar acara kegiatan santai yang memberikan kepuasan dan kesenangan.
Apa pun alasannya, seseorang di dalam situasi ini jelas berkepentingan dengan kegiatan (tetap sibuk) ketimbang prestasi (menyelesaikan pekerjaan). Konseling dapat membantu orang semacam ini menanggulangi masalah mereka. Sanyangnya begitu banyak yang lalai berkonsultasi dengan seorang psikolog atau psikiater atau ahli psikoterapi hingga segalanya mencapai titi krisis.
Namun sebagai permulaan, lakukanlah sedikit konseling diri. Bacalah bagian tujuan, dan tanyalah diri anda secara jujur apa yang menjadi tujuan seumur hidup anda dan benar mengarahkan ke tujuan seumur hidup anda dan apakah segalanya yang anda tengah kerjakan sekarang benar-benar mengarah ke tujuan tersebut. Tanyalah diri anda secara jujur di manakah kesehatan itu berada di dalam daftar prioritas anda, apakah bahan bakar tengah malam yang anda bakar mempengaruhi kesehatan anda secara merugikan, dan apakah itu merupakan pengorbanan yang dapat diterima. Tanyalah di mana posisi keluarga anda dalam daftar prioritas anda, apakah anda memberikan diri anda secukupnya kepada orang-orang disekitar anda, dan apakah anda menipu diri sendiri dengan berpura-pura bahwa pengorbanan yang anda lakukan adalah untuk mereka.
Kemudian, rencanakan untuk menemui teman anda untuk makan siang di hari Selasa depan, dan mengajak ke kebun binatang. Anda berhutang hal itu kepada mereka dan diri sendiri.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s